Pemerintah terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus melindungi kesejahteraan petani melalui kebijakan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan petani memperoleh sarana produksi dengan harga terjangkau serta mendapatkan kepastian harga jual hasil panen.
Pada tahun 2026, pemerintah menetapkan penyesuaian harga pupuk bersubsidi agar lebih terjangkau bagi petani. Penetapan HET ini menjadi acuan bagi kios atau pengecer resmi dalam menyalurkan pupuk kepada petani yang telah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Adapun HET pupuk bersubsidi yang berlaku adalah sebagai berikut:
Pupuk Urea: Rp1.800 per kilogram (sebelumnya Rp2.250/kg)
Pupuk NPK: Rp1.840 per kilogram (sebelumnya Rp2.300/kg)
Untuk memudahkan perhitungan petani, berikut contoh konversi harga pupuk Urea per sak (50 kg):
Harga sebelumnya:
Rp2.250 × 50 kg = Rp112.500 per sak
Harga terbaru:
Rp1.800 × 50 kg = Rp90.000 per sak
Dengan demikian, terdapat penurunan harga sekitar Rp22.500 per sak dibandingkan harga sebelumnya. Penurunan ini diharapkan dapat membantu petani dalam menekan biaya produksi usaha tani.
Selain subsidi pupuk, pemerintah juga menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. HPP ini merupakan harga acuan minimal pembelian gabah dari petani untuk menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.
Melalui kebijakan ini, pemerintah memberikan jaminan agar petani tetap memperoleh harga yang layak atas hasil panennya, khususnya ketika harga gabah di pasar mengalami penurunan.
Penetapan HET pupuk bersubsidi dan HPP gabah merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan harga pupuk yang lebih terjangkau serta kepastian harga jual gabah, diharapkan petani dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani.
Petani diharapkan membeli pupuk bersubsidi melalui kios resmi sesuai alokasi dalam RDKK, serta memanfaatkan sarana produksi secara efisien untuk meningkatkan hasil produksi.