Grafik menunjukkan perkembangan Indian Ocean Dipole (IOD) Index dari analisis masa lalu hingga prakiraan beberapa bulan ke depan. IOD adalah fenomena iklim di Samudra Hindia yang memengaruhi distribusi suhu permukaan laut antara bagian barat (dekat Afrika) dan timur (dekat Indonesia). Perubahan indeks ini sangat berpengaruh terhadap pola hujan di wilayah Indonesia.
Berdasarkan grafik:
1. Kondisi 2025 akhir – awal 2026
September–November 2025 menunjukkan IOD negatif (sekitar -1,5 hingga -1).
Kondisi ini biasanya meningkatkan suplai uap air ke Indonesia sehingga mendukung curah hujan lebih tinggi.
2. Peralihan menuju netral
Desember 2025 hingga Maret 2026 indeks bergerak menuju netral (sekitar 0).
Artinya pengaruh IOD terhadap hujan di Indonesia mulai melemah.
3. Pertengahan 2026
Mulai Mei–Juli 2026 model prakiraan menunjukkan indeks meningkat hingga sekitar +0,5 sampai +1.
Ini menunjukkan kecenderungan menuju IOD positif.
4. Ketidakpastian
Garis ensemble (abu-abu) menunjukkan variasi kemungkinan skenario, tetapi mayoritas model memperlihatkan kecenderungan positif pada pertengahan 2026.
Jika IOD positif benar-benar berkembang pada pertengahan 2026, dampaknya bagi Indonesia umumnya:
Bagian barat Samudra Hindia lebih hangat, sementara perairan dekat Indonesia lebih dingin.
Akibatnya pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia berkurang.
Wilayah yang paling terdampak biasanya:
Sumatra bagian selatan
Jawa
Bali
Nusa Tenggara
Kalimantan selatan
Sulawesi selatan
Kemarau berpotensi lebih panjang dan kering.
Curah hujan selama kemarau bisa berada di bawah normal.
Peningkatan potensi kekeringan lahan.
Risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat terutama di:
Sumatra
Kalimantan
Beberapa kemungkinan dampaknya:
Penurunan ketersediaan air irigasi
Produksi padi bisa terganggu pada daerah tadah hujan
Tanaman yang lebih adaptif terhadap kondisi kering seperti:
jagung
sorgum
kacang-kacangan
berpotensi lebih sesuai
Jika tren prakiraan ini bertahan, beberapa langkah antisipasi penting:
Pertanian
Penyesuaian kalender tanam
Diversifikasi komoditas tahan kering
Optimalisasi embung dan irigasi
Lingkungan
Peningkatan kesiapsiagaan kebakaran hutan
Pengelolaan air di wilayah rawan kekeringan
Pemerintah daerah
Monitoring iklim dari Australian Bureau of Meteorology dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika untuk pembaruan prakiraan.