Monsun adalah sistem angin musim yang berubah arah setiap setengah tahun akibat perbedaan tekanan udara antara Benua Asia dan Benua Australia.
Monsun sangat mempengaruhi pola musim di Indonesia, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Ciri-ciri:
Bertiup dari Benua Asia menuju Australia
Membawa banyak uap air dari Samudra Hindia
Terjadi sekitar November – Maret
Dampak:
Curah hujan tinggi
Potensi banjir
Tanaman padi biasanya tumbuh baik
Manfaat bagi pertanian:
Cocok untuk tanam padi
Pengisian air irigasi
Ciri-ciri:
Bertiup dari Benua Australia menuju Asia
Udara relatif kering
Terjadi sekitar April – Oktober
Dampak:
Curah hujan rendah
Risiko kekeringan
Sumber air berkurang
Strategi pertanian:
Tanam palawija (jagung, kedelai, kacang tanah)
Pengelolaan air irigasi
Periode ini disebut pola musim monsun.
Pancaroba adalah masa peralihan antara musim hujan dan kemarau.
Ciri-ciri:
Cuaca tidak menentu
Hujan tiba-tiba
Angin kencang
Petir
Dampak bagi pertanian:
Serangan hama meningkat
Penyakit tanaman lebih banyak
Air irigasi cukup
Cocok tanam padi
Risiko banjir meningkat
Air terbatas
Cocok tanaman palawija
Risiko kekeringan
Petani dapat melakukan beberapa strategi:
1. Penyesuaian kalender tanam
Tanam padi saat awal musim hujan
Tanam palawija saat kemarau
2. Pengelolaan air
Pembuatan embung
Sistem irigasi hemat air
3. Varietas adaptif
Varietas tahan kekeringan
Varietas tahan genangan
Informasi iklim dapat diperoleh dari:
BMKG
Kalender tanam Kementerian Pertanian
Penyuluh pertanian lapangan