Fenomena di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Wajo dan Kabupaten Bone, agak berbeda dari pola umum Indonesia. Di banyak wilayah Indonesia, Angin Muson Barat membawa hujan, sedangkan Angin Muson Timur membawa kemarau. Namun di wilayah ini justru kebalikannya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor geografis dan atmosfer lokal.


1. Pengaruh bentuk Pulau Sulawesi yang unik

Pulau Sulawesi memiliki bentuk seperti huruf K dengan banyak semenanjung. Kondisi ini membuat arah angin monsun berinteraksi berbeda dengan topografi pulau, sehingga distribusi hujan tidak sama seperti di Jawa atau Sumatra.


2. Efek Pegunungan (Orografi)

Di Sulawesi Selatan terdapat rangkaian Pegunungan Latimojong. Pegunungan ini dapat menghalangi massa udara basah dari arah tertentu.

3. Pengaruh laut di timur Sulawesi Selatan

Wilayah Wajo dan Bone berdekatan dengan Teluk Bone. Ketika Muson Timur bertiup dari Australia menuju Asia:

Karena itu Muson Timur justru membawa hujan di daerah ini.


4. Pola hujan lokal Sulawesi Selatan

Akibat kombinasi faktor tadi, wilayah ini memiliki pola hujan lokal yang sering disebut pola hujan tipe Sulawesi:

Ini berbeda dengan pola hujan tipe Jawa yang puncaknya pada Muson Barat.